Proses Fonologis Dapat Dipicu Struktur Sintaksis : Fenomena Lintas Bahasa


Tulisan dalam jurnal ilmiah “Linguistik Indonesia”[1] dengan judul “Proses Fonologis Dapat dipicu Struktur Sintaksis : Fenomena Lintas Bahasa” ini ditulis oleh I Wayan Pastika dari Universitas Udayana, Bali.

Penulis dalam tulisan ini ingin membahas dua pokok masalah yaitu, 1) Bagaimankah struktur sintaksis dapat menimbulkan perubahan bunyi? Dan 2) Proses Fonologi apakah yang dapat dihasilkan dengan adanya pengaruh lingkungan sintaksis?. Untuk menjawab pertanyaan diatas penulis menggunakan data sekunder. Data yang didapat dari hasil penelitian linguis lain. Penulis meneliti bahasa-bahasa yang ada di Nusantara yaitu, Melayu, Bali, dan Bahasa daerah di Nusa Tenggara timur. Disamping itu juga bahasa asing, yaitu, Korea, Yunani, dan Turki. Dan teori acuan pada penelitian ini adalah teori Fonologi Generatif Chomsky.
Isi pembahasan tulisan ini mencakup, 1) Proses fonologis bahasa-bahasa Nusantara yang meliputi; a) Kesesuain bunyi antara pronomina subjek dan preposisi dalam Bahasa Rote, b) Aliterasi dan Asonansi dalam Bahasa Manggarai, c) Keselarasan vokal dalam Bahasa Kolana di pulau Alor, d) Pelesapan vokal dalam Bahasa Dawam, e) Geminasi dalam Bahasa Auta, f) Pelesapan sukukata dalam bentuk sapaan: Bahasa Indonesia dan Bahasa Bali. Sedangkan 2) Proses fonologis bahasa asing meliputi ; a) Penyuaraan bunyi obstruen dalam Bahasa Korea, b) Pelesapan Vokal dalam Bahasa Yunani, dan Pengawasuaraan dalam Bahasa Turki.
Dari pembahsan tersebut penulis menyimpulkan bahwa struktur sintaksis dapat mempengaruhi proses fonologis, baik pengaruh itu bersifat langsung maupun tidak langsung. Sebuah pengaruh yang bersifat langsung mengharuskan atau dapat membatalkan terjadinya suatu perubahan bunyi. Apabila pengaruh lingkungan sintaksis diabaikan maka sebuah ungkapan menjadi tidak berterima scara fonologis meskipun secara sintaksis ungkapan itu tetap gramatikal. Sebaliknya, suatu pengaruh lingkungan sintaksis yang bersifat tidak langsung tidak mengharuskan terjadinya perubahan bunyi; sebuah perubahan bunyi dapat terjadi secara tidak wajib.
Kelebihan tulisan ini adalah; 1) penulis menggunakan bahasa yang jelas runtut dan sistematis, 2) Studi ini menggunakan teori Fonologi Generatif sehingga lebih mudah untuk mengetahui persamaan dan perbedaan antar bahasa, 3) peneliti menggunakan data sekunder yang dapat diperoleh tanpa studi lapangan, 4) Penulis menggunakan bahasa-bahasa Nusantara dan asing sebagai objek kajian sesuai dengan judulnya yaitu Fenomena Lintas Bahasa.
Sedangkan kekurangannya adalah sebagai berikut; 1) metode yang digunakan penulis untuk menganalisis data yang diperoleh belum jelas, 2) belum ada pembahasan secara general mengenai teori Fonologi Generatif yang memungkinkan pembaca dapat mengetahui seluk beluk metode yang digunakan sehingga pembaca dapat menilai pembahasan, 3) penulis menggunakan obyek bahasa-bahasa Nusantara sejumlah tujuh dan membandingkan dengan tiga bahasa asing. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa pembahasan ini condong ke bahasa Nusantara dan Bahasa Asing hanya sebagai bumbu penyedap, 4) Pembahasan pada setiap bahasa berbeda beda, seperti pronomina subjek dan preposisi dalam Bahasa Rote, Aliterasi dan Asonansi dalam Bahasa Manggarai, pelesapan Vokal dalam Bahasa yunani, dll. Sehingga perlu dipertanyakan apakah bisa digeneralisasikan dengan pembahasan yang berbeda tersebut.
Artikel ini sebaiknya menggunakan objek bahasa yang setara, misalnya menggunakan bahasa nusantara tujuh dan bahasa asing tujuh sehingga generalisasinya bersifat Universal dan dapat dipertanggungjawabkan dan hasil pembahasan dapat dikategorikan dalam universalitas bahasa dari segi fonologis. Pembahasan seperti ini bisa menjadi data dan bukti awal para filosof bahasa dalam menggembangkan universalisme bahasa dan ditinjau dari fonologinya.


[1]  Diterbitkan oleh Organisasi Masyarakat Linguistik Indonesia yang bertempat di d/a Pusat Kajian Bahasa dan Budaya, Unika Atma Jaya, Jl. Jendral Sudirman 51, Jakarta 12930. Tahun ke 26, Nomor 1 Februari 2008.

No comments:

Post a Comment

Pendekatam Pengkajian Islam : Analisis Buku "Bulan Sabit Terbit Dari Balik Pohon Beringin"

A.     PENDAHULUAN Bulan Sabit Muncul dari Balik Pohon Beringin, merupakan sebuah judul buku hasil penelitian terhadap pergerakan Muhamm...