Tarbiyah dan Pendidikan Karakter : tantangan dan solusi



Pendidikan karakter merupakan salah satu bagian penting guna mengokohkan identitas bangsa indonesia. Dengan ini bangsa akan menjadi kokoh, kuat dan tidak goyah  dengan angin modernitas yang semakin menggila.

Arus globalisasi semakin hebat. Manusia dari segala penjuru dunia dituntut untuk memahami zaman dan mengenal dunia yang semakin kompleks. Siapa cepat dia yang dapat. Siapa yang memegang kendali informasi dialah yang berkuasa di dunia.  Itulah hukum yang berlaku di era globalisasi.
Globalisasi menjadikan kehidupan manusia serba cepat dan serba instan. Segala sesuatu dikerjaan untuk memenuhi aspek materialistik saja. kehidupan dipahami dari arti yang sempit dan hanya diartikan sebagai perolehan benda semu. Manusia hidup untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan aspek materil yang hanya bisa dinikmati oleh panca indera. Sehingga menyebabkan determinasi dan bergesernya kehidupan sosial artistik menjadi profan (berbau material). Padahal ada esensi kehidupan yang lebih urgen yaitu moral dan akhlak. Keduanya  merupakan identitas karakter bangsa.
Bangsa yang hebat akan menunjukkan karakter yang hebat pula. Bangsa yang berkarakter akan disegani dan dihormati oleh bangsa lain. Untuk itu perlu adanya pendidikan karakter guna menumbuhkan jati diri bangsa khususnya rakyat indonesia.
Fakultas tarbiyah IAIN Walisongo Semarang merupakan salah satu cerminan bagi masyarakat tentang pendidikan karakter. Di sini, mahasiswa dibina menjadi figur yang kuat dan tegar menghadapi badai terjal zaman. Mahasiswa tidak hanya mendapat asupan ilmu pengetahuan yang menunjang perkembangan intelektual mereka, akantetapi diberi juga modal bertenggang rasa yang baik dengan masyarakat yang berupa akhlak dan moral. Akhlak dan moral akan menjadi senjata dan tameng yang ampuh untuk melawan kebejatan zaman.
Komponen
Pendidikan karakter berisi materi-materi tentang pengembangan potensi individu yang diantaranya adalah kejujuran, kemandirian, tanggung jawab, dan sebagainya. Model pendidikan ini menekankan pada tiga aspek, yaitu: knowing the good, loving the good, dan acting the good.
Realitas kampus tarbiyah cukup menjadi bukti adanya representasi pendidikan karakter. Knowing good, pembelajaran di tarbiyah banyak menekankan pada transfer ilmu yang bernuansa religius keislaman. Baik materi maupun metode (model pengajaran) yang digunakan bernuansa islam. Ajaran Agama Islam menekankan pada moralitas dan akhlak. Sehingga mahasiswa memang disetting untuk menjadi orang yang berakhlakul karimah disamping berpengetahuan sosial yang memadai.
Loving good, mahasiswa yang memiliki pengetahuan tentang kebaikan (moral, akhlak) dirasa sudah mempunyai bekal yang cukup untuk menghindar dari perbuatan yang buruk. Dengan memberikan pencitraan dalam pengajaran pada dosen secara terus-menerus, mahasiswa diajak untuk cinta terhadap kebaikan.
Ini bisa dilihat dari aksi mahasiswa dalam beberapa demonstrasi menentang Pilkajur di Tarbiyah yang tidak transparan. Mahasiswa menuntut diadakannya sosialisasi calon dan debat kandidat agar mahaiswa bisa mengetahui dan ikut serta di dalamnya. Dan akhirnya diadakanlah sosialisasi. Ini menjadi bukti bahwa kebaikan memang mendarah daging dalam tubuh mahasiswa.
Acting the good, setelah mahasiswa mencintai kebaikan maka aktifitas yang paling krusial adalah praktek. Mahasiswa melakukan dan menjalankan kebaikan tersebut apa adanya. Kegiatan paling sulit adalah praktek. Banyak yang pintar berorasi, mengungkapkan kebaikan, mengaku mencintai kebaikan, akantetapi tidak melakukan. Dan ini juga tercantum sebagai salah satu tugas mahasiswa sebagai praktisi.
Kegiatan praktek telah dijadwalkan oleh kampus pada kuliah kerja nyata (KKN). Mahsiswa dituntut mempraktekan ilmu yang ia dapat untuk masyarakat. Mencoba merambah ranah sosial sebagai langkah awal menuju kehidupan yang sebenarnya.
Sebenarnya untuk mempraktekannya mahasiswa tidak perlu menunggu KKN. Akantetapi bisa mulai dilakukan dari diri-sendiri. Acting the good ini juga bisa langsung dipraktekan untuk diri sendiri melalui lingkungan sekitar. Seperti bersosial dengan lingkungan sekitarnya. Memahami, melihat masalah, kemudian merumuskan solusi. Lebih sederhannya berakhlak baik terhadap sekitar.
Tantangan
Tantangan yang paling besar bagi tarbiyah adalah globalisasi. Dunia yang mengecil menjadi satu dalam perangkat internet, menciptakan peradaban cyber. Setiap orang bisa mengakses informasi apapun, kapanpun, dimanapun. Ruang-ruang virtual menjadi rumah bagi setiap orang. Batas-batas yang selama ini dijaga hilang terhempas badai ini. Sehingga menggoyahkan karakter bangsa yang sebelumnya mapan.
Mahasiswa tidak hanya bersentuhan dengan mahasiswa lain dalam satu kampus atau dengan dosen, akantetapi juga bersentuhan dengan dunia luar yang mampu mempengaruhi karakter mereka. Melalui internet segala informasi bisa didapat. Mulai dari hal-hal positif hingga hal-hal yang berbau negatif. Hal ini semakin sulit membawa mahasiswa menjadi figur yang berkarakter.
Internet berisi tentang banyak budaya. Mulai dari budaya positif hingga budaya yang negatif. Mulai yang bermoral, berakhlak hingga yang amoral tak beradab. Ketika mahasiswa sedang membuka suatu situs, berarti ia mencoba membaca dan memasukkan nilai-nilai budaya yang ada ke dalam dirinya. Sehingga karakter mahasiswa bisa saja goyah dan menjadi pribadi yang tak berkarakter.
Solusi
internet memang memberikan banyak kesempatan dan ruang-ruang untuk melakukan hal-hal yang negatif. Dari kaca mata lain, kita bisa melihatnya sebagai alat yang efektif dalam pendidikan karakter. Di dalam internet terdapat banyak materi positif. Tinggal memberikan pengarahan dan bimbingan agar mahasiswa sadar akan manfaat dan hal-hal yang positif dari internet. Dari pada sekedar membuka situs yang tak perlu, lebih baik membuka situs yang bisa mengembangkan potensi serta mendukung diri untuk terus terpacu menjadi orang yang lebih baik.
Seperti banyak statement yang berbunyi: “internet bagai pisau tajam yang punya potensi untuk merusak dan meberi manfaat”. Tinggal siapa yang menggunakan.

No comments:

Post a Comment

Pendekatam Pengkajian Islam : Analisis Buku "Bulan Sabit Terbit Dari Balik Pohon Beringin"

A.     PENDAHULUAN Bulan Sabit Muncul dari Balik Pohon Beringin, merupakan sebuah judul buku hasil penelitian terhadap pergerakan Muhamm...