Pengertian
Evaluasi Kurikulum
Evaluasi Dan
Kurikulum Merupakan 2 Disiplin Ilmuyang Berdiri Sendiri,Ada Pihak Yang
Berpendapat Antara Keduanya Tidak Ada Hubungan,Tetapi Ada Pihak Lain Yang
Menyatakan Keduanya Mempunyai Hubungan Yang Sangat Erat.Hubungan Tersebut
Merpakan Hubungan Sebab Akibat,Perubahan Dalam Kurikulum Berpengaruh Pada
Evaluasi Kurikulum,Sebaliknya Perubahan Evaluasi Perubahan Evaluasi Akan
Memberi Warna Pada Pelaksanaan Kurikulum,Hubungan Antara Evaluasi Dengan
Kurikulum Bersifat Organis Dan Prosesnya Berlangsung Secara Evolusioner.
Evaluasi
Kurikulum Sukar Di Rumuskan Secara Tegas Hal Itu Disebabkan Beberapa Faktor :
Evaluasi
Kurikulum Berkenaan Dengan Fenomena-Fenomena Yang Terus Berubah
Objek Evaluasi
Kurikulum Adalah Sesuatu Yang Berubah-Ubah Sesuai Dengan Konsep Yang Digunakan
Evaluasi
Kurikulum Merupakan Suatu Usaha Yang Dilakukan Oleh Manusia Yang Sifatnya Juga
Berubah
R.A
Becher,Seorang Ahli Pendidikan Dari Universitas Sussex Inggris Menyatakan Tiap
Program Pengembangan Kurikulum Mempunyai Style Dan Karakteristik Tertentu, Dan
Evaluasi Dari Program Tersebut Akan Memperhatikan Style Dan Karakteristik Yang
Sama Pula ,Seorang Evaluator Akan Menyusun Program Evaluasi Kurikulum Sesuai
Dengan Style Dan Karakteristik Yang Dikembangkannya.
Konsep-Konsep
Evaluasi Kurikulum Dibagi Menjadi 2
Luas Atau
Sempitnya Suatu Suatu Program Evaluasi Kurikulum Sebenarnya Ditentukan Oleh
Tujuannya.Doll ( 1976 ) Mengemukakan Syarat-Syarat Suatu Program Evaluasi
Kurikulum Yaitu Suatu Evaluasi Kurikulum Harus Nilai Dan Penilaian ,Punya
Tujuan Atau Sasaran Yang Jelas,Bersifat Menyeluruh Dan Terus Menerus Berfungsi
Diagnostik Dan Tevintegrasi.
Evaluasi
Kurikulum Juga Bervariasi,Bergantung Pada Dimensi-Dimensi Yang Menjadi Fokus
Evaluasi,Salah Satu Dimensi Yang Sering Mendapat Sorotan Adalah Kuantitas Dan
Kualitas
Konsep
Kurikulum
Kurikulum
Merupakan Daerah Studi Intelek Yang Cukup Luas.Banyak Teori Tentang
Kurikulum,Beberapa Teori Menekankan Pada Rencana,Yang Lainnya Pada Inovasi Pada
Dasar-Dasar Filosofis Dan Pada Konsep-Konsep Yang Diambil Dari Ilmu Prilaku
Manusia.Secara Sederhana Kurikulum Dapat Diklasifikasikan Atas Teori -Teori
Yang Lebih Menekankan Pada Isi Kurikulum,Pada Situasi Pendidikan Serta Pada
Organisasi Kurikulum
1) Penekanan
Kepada Isi Kurikulum
Strategi Pengembangan
Yang Menekankan Isi Merupakan Yang Paling Lama Dan Banyak Dipakai,Tetapi Juga
Terus Mendapat Penyempurnaan Atau Pembaharuan.Sebab-Sebab Yang Mendorong
Pembaharuan Ini Bermacam-Macam :
- Karena Didorong Oleh Tuntutan Untuk Menguatkan Kembali Nilai-Nilai Moral Dan Budaya Dari Masyarakat
- Karena Perubahan Dasar Filosifis Tentang Struktur Pengetahuan
- Karena Adanya Tuntutan Bahwa Kurikulum Harus Lebih Berorientasi Pada Pekerjaan
2) Penekanan
Pada Situasi Pendidikan
Tipe Kurikulum
Ini Lebih Menekankan Pada Masalah Dimana,Bersifat Khusus,Sangat Memperhatikan
Dan Disesuaikan Dengan Lingkungannya,Seperti Kurikulum Kelompok Masyarakat
Nelayan,Kurikulum Daerah Pesisir Dll,Tujuanya Adalah Menghasilkan Kurikulum
Yang Benar-Benar Merefleksikan Dunia Dari Kehidupan Dari Lingkungan Anak,Sifat
Lain Tipe Ini Adalah Kurang Atau Tidak Menekan Kepada Spesifikasi Dan
Organisasi Lebih Menunjukan Fleksibelitas Dalam Interpretasi Dan
Pelaksanaanya,Pengetahuan Dianggap Bersifat Relatif Terhadap Situasi-Situasi
Yang Khusus Sesuai Dengan Kondisi Setempat,Kurikulum Ini Ruang Lingkupnya
Sempit.
3) Penekanan
Pada Organisasi
Tipe Kurikulum
Ini Sangat Menekankan Pada Proses Belajar Mengajar,Meskipun Dengan Berbagai Perbedaan
Dan Disana-Sini Ada Pertentangan.Menurut Bruner Dan Jean Piageat,Keduanya
Sangat Mempengaruhi Perkembangan Kurikulum Tipe Ini ( Pengajaran
Berprogram,Pengajaran Modul,Pengajaran Dengan Bantuan Komputer ) Perbedaanya
Sangat Jelas Antara Kurikulum Yang Menekankan Organisasi Dengan Yang Menekankan
Isi, Dan Situasi Adalah Memberikan Perhatian Yang Sangat Besar Kepada Peserta
Didik,Anak Menurut Bruner Merupakan Hasil Yang Sangat Kompleks ,Biologi Dan
Sosial Harus Berpartisipasi Secara Aktif Dalam Lingkungan Belajar,Menguasai
Bahasa Dan Menguasai Kemampuan-Kemampuan Kognitif.
Implementasi
Dan Evaluasi Kurikulum
Konsep
Kurikulum Yang Menekankan Isi,Memberikan Peranan Besar Pada Analisis
Pengetahuan Baru Yang Ada,Konsep Penilaian Menutut Penilaian Secara Rinci
Tentang Lingkungan Belajar,Dan Konsep Organisasi Memberi Perhatian Besar Pada
Struktur Belajar
Pengembangan
Kurikulum Yang Menekankan Isi Membutuhkan Waktu Mempersiapakan Situasi Belajar
Dan Menyatukannya Dengan Tujuan Pengajaran Yang Cukup Lama.Kurikulum Yang
Menekankan Pada Situasi Waktu Untuk Mempersiapkannya Lebih Pendek,Sedangkan
Kurikulum Yang Menekankan Pada Organisasi Waktu Persiapannya Hampir Sama Dengan
Kurikulum Yang Menekankan Pada Isi,Kurikulum Yang Menekankan
Organisasi,Strategi Penyebarannya Sangat Mengutamakan Latihan Guru
Model Evaluasi
Kaitnya Dengan Teori Kurikulum Perbedaan Konsep Dan Strategi Pengembangan Dan
Penyebaran Kurikulumnya ,Juga Menimbulkan Perbedaan Dalam Rancangan Evaluasi
,Model Evaluasi Yang Bersifat Komporatif Atau Menekankan Pada Objek Sangat
Sesuai Bagi Kurikulum Yang Bersifat Rasional Dan Menekankan Isi,Dalam Kurikulum
Menekankan Situasi Sukar Disusun Evaluasi Yang Bersifat Kompratif Karena
Konteksnya Bukan Terhadap Guru Atau Satu Tujuan Tetapi Terdapat Banyak Tujuan.
Pada Kurikulum
Yang Menekankan Organisasi,Tugas Evaluasi Lebih Sulit Lagi,Karena Isi Dan Hasil
Kurikulum Bukan Hal Yang Utama,Yang Utama Adalah Aktivitas Dan Kemampuan Siswa
Salah Satu Pemecahan Bagi Masalah Ini Dengan Pendekatan Yang Bersifat Elektrik
Seprti Dalam Proyek Kurikulum Humanistik Dan CARE ( Center For Applied Research
In Education ) Dalam Proyek Itu Dicari Perbandingan Materi Antara Proyek Yang
Menggunakan Guru Yang Terlatih Dengan Yang Tidak Terlatih ,Dalam Evaluasinya
Juga Diteliti Pengaruh Umum Dari Proyek,Dengan Cara Mengumpulkan Bahan-Bahan
Secara Studi Kasus Dari Sekolah-Sekolah Proyek
Teori
Kurikilim Dan Teori Evaluasi,Model Evaluasi Kurikulum Berkaitan Erat Dengan
Konsep Kurikulum Yang Digunakan,Seperti Model Pengembangan Dan Penyebaran
Dihasilkan Oleh Kurikulum Yang Menekankan Isi
Macam-Macam
Model Evaluasi Yang Dipergunkan Bertumpu Pada Aspek -Aspek Tertentu Yang
Diutamakan Dalam Proses Pelaksanaan Kurikulum.Model Evaluasi Yang Bersifat
Kompratif Berkaitan Erat Dengan Tingkah-Tingkah Laku Individu,Evaluasi Yang
Menekakan Tujuan Berkaitan Erat Dengan Kurikulum Yang Menekankan Pada Bahan
Ajar Atau Isi Kurikulum Model ( Pendekatan ) Antropologis Dalam Evaluasi
Ditujukan Untuk Mengevaluasi Tingkah-Tingkah Laku Dalam Suatu Lembaga Sosial,Dengan
Demikian Sesungguhnya Terdpat Hubungan Yang Sangat Erat Antara Evaluasi Dengan
Kurikulum.
Peranan
Evaluasi Kurikulum
Evaluasi
kurikulum dapat dilihat sebagai proses sosial dan sebagai institusi sosial
mempunyai asal usul,sejarah struktur serta intersef sendiri,beberapa
karakteristik dari proyek-proyek kurikulumyang telah dikembangkan di
inggris,umpamanya :
1. Lebih
Berkenaan Dengan Inovasi Daripada Dengan Kurikulum Yang Ada
2. Lebih
Berskala Nasional Daripada Lokal
3. Di Biyayai
Oleh Grant Dari Luar Yang Berjangka Pendek Daripada Oleh Anggaran Tetap
4. Lebih
Banyak Dipengaruhi Oleh Kebiasaan Penelitian Yang Bersifat Psikometris Daripada
Kebiasaan Lamayang Berupa Penelitian Sosial
Peranan
Evaluasi Kebijaksanaan Dalam Kurikulum Khususnya Pendidikan Umumnya Minimal
Berkenaan Dengan 3 Hal Yaitu :
1. Evaluasi
Sebagai Moral Judgement,Konsep Utama Dalam Evaluasi Adalah Masalah Nilai,Hasil
Dari Suatu Evaluasi Berisi Suatu Nilai Yang Akan Digunakan Untuk Tindakan
Selanjutnya Hal Ini Mengandung 2 Pengertian 1,Evaluasi Berisi Suatu Skala Nilai
Moral,Berdasarkan Skala Tersebut Suatu Objek Evaluasi Dapat Dinilai 2,Evaluasi
Berisi Suatu Perangkat Kriteria Praktis Berdasarkan Kriteria-Kriteria Suatu
Hasil Dapat Dinilai
2. Evaluasi
Dan Penentuan Keputusan,Pengambilan Keputusan Dalam Pelaksanaan Pendidikan Atau
Kurikulumbanyak Yaitu:Guru,Murid,Orang Tua,Kepala Sekolah,Para
Inspektur,Pengembangan Kurikulum Dll,Beberapa Diantara Mereka Yang Memegang
Peranan Paling Besar Dalam Penetuan Keputusan.Pada Prinsipnya Tiap Individu Diatas
Membuat Keputusansesuai Dengan Posisinya.
3. Evaluasi
Dan Konsesus Nilai Dalam Berbagai Situasi Pendidkan Serta Kegiatan Pelaksanaan
Evaluasi Kurikulum Sejumlah Nilai-Nilai Dibawakan Oleh Orang-Orang Yang Ikut
Terlibat Dalam Kegiatan Penilaian Atau Evaluasi,Para Partisipan Dalam Evaluasi
Pendidikan Dapat Terdiri Dari :Orang Tua,Murid,Guru,Pengembang
Kurikulum,Administrator,Ahli Politik,Ahli Ekonomi,Penerbit,Arsitek
Dsb.Bagaimana Caranya Agar Dapat Diantara Mereka Terdapat Kesatuan Penilaian
Hanya Dapat Di Capai Melalui Suatu Consensus.
Secara
Historis Konsensus Nilai Dalam Evaluasi Kurikulum Berasal Tradisi Tes Mental
Serta Eksperimen
UJIAN SEBAGAI
EVALUASI SOSIAL
Sejak
Diperkenalkanya System Ujian Atau Tes Untuk Umum Di Amerika Serikat Dan
Negara-Negara Lain Pengukuran Yang Berbentuk Umum ( Publik ) Tsb Merupakan
Salah Satu Model Dalam Pendidikan Menguji Adalah Mengevaluasikan Dengan Adanya
Ujian-Ujian Tersebut,Maka Jenis-Jenis Kemampuan Tertentu Dipandang Menunjukan
Status Lebih Tinggi Dibandingkan Dengan Kemampuan Lainnya, Keberhasilan Dalam
Ujian Pengetahuan Dan Kemampuan Skolistik, Selama Bertahun-Tahun Di Tentukan
Oleh Kemampuan Mengingat Fakta-Fakta Kecenderungan Ini Bukan Saja Di Dasari
Oleh Teori Psikologi Lama, Yang Memandang Bahwa Otak Yang Lebih Baik Mampu
Menguasai Fakta Lebih Banyak,Tetapi Juga Oleh Keadaan Masyarakat Dimana
Buku-Buku Sumber Pengetahuan Secara Relative Tidak Berubah Selama 2 Abad.Ujian
Bukan Saja Menunjukan Nilai Pengetahuan Atau Kemampuan Social,Tetapi Juga
Peraturan Dari Sekolah.Dalam Dua Decade Pertama Dari Abad 20 Sejumlah Ahli
Psikologi Dikumpulkan Dalam Satu Komisi Untuk Menyusun Tes Kecerdasan.Hasilnya
Digunakan Untk Menyeleksi Anak-Anak Yang Akan Masuk Kesekolah, Menengah Yang
Tidak Mampu Membayar Uang Sekolah.Kemudian Testersebut Juga Digunakan Barometer
Penentuan Kenaikan Kelas ,System Ujian Seperti Yang Dilakukan Diatas,Lebih
Banyak Digunakan Untuk Mengukur Atau Menguji Kemampuan Individu Kalau Untuk
Mengukur Kemampuan Siswa Digunakan Istilah Examantion Atau Asesment Maka Untuk
Penilain Keseluruhan Situasi Sekolah Atau Kurikulum Lebih Tepat Digunakan
Istilah Evalution
Para Evaluator
Menyadari Bahwa Aneka Macam Kerangka Kerja Evaluasi Mempunyai Implikasi
Terhadap Penentuan Keputusan Pendidikan.Barry Me Donald ( 1975 ) Membedakan
Adanya Tiga Tipe Evaluasi Dalam Pendidikan Dan Kurikulum Yaitu :
1. Evaluasi
Birokratik,Merupakan Suatu Layanan Yang Bersipat Unconditional Terhadap
Lembaga-Lembaga Pemerintahan Yang Memiliki Wewenang Control Terbesar Dalam
Alokasi Sumber-Sumber Pendidikan
2. Evaluasi
Otoraktik Merupakan Layanan Evaluasi Terhadap Lembaga-Lembaga Pemerintah Yang
Mempunyai Wewenang Control Cukup Besar Dalam Mengalokasikan Sumber-Sumber
Pendidikan
3. Evaluasi
Demokrasi Merupakan Layanan Pembesaran Informasi Terhadap Masyarakat, Tentang
Program-Program Pendidikan.
Sebagai Contoh
MC DONALD Memandang Bahwa Pelaksanaan Evaluasi Di Amerika Serikat Dewasa Ini
Bersifat Birokratik Karena Kenyataanya Evaluasi Basar Di Percayai Oleh
Pemerintah Pusat Atau Negara Bagian,Kedudukan Evaluator Berbeda-Beda Di Bawah
Lembaga-Lembaga Federal.
F. Model-Model
Evaluasi Kurikulum
1. Evaluasi
Model Penelitian
a. Tes
Psikologi Pada Umumnya Mempunyai Dua Bentuk Yaitu Tes Intelegensi Yang Di
Tujukan Untuk Mengukur Kemampuan Bawaan,Serta Tes Hasil Belajar Yang Mengukur
Prilaku Skolastik.
b. Eksperimen
Lapangan Dalam Pendidikan,Di Mulai Tahun 1930 Dengan Menggunakan Metode Yang
Biasa Di Gunakan Dalam Penelitian Botani Pertaman,Ada Beberapa Kesulitan Yang
Dihadapi Dalam Ekperimen Tersebut :
1. Kesulitan
Administrasi,Sedikit Sekali Sekolah Yang Bersedia Dijadikan Sekolah Eksperimen.
2. Masalah
Teknis Dan Logis Yaitu Kesulitan Menciptakan Suasan Kelas Yang Sam Waktu
Kelompok-Kelompok Yang Di Uji
3. Sukar Untuk
Mencampurkan Guru-Guru Untuk Mengajar Pada Kelompok Eksperimen Dengan Kelmpok
Control,Pengaruh Guru-Guru Tersebut Sukar Dikontrol
4. Adanya
Keterbatasan Mengenai Manipulasi Eksperimen Yang Dapt Dilakukan
2. Evaluasi
Model Objektif
Evaluasi Model
Objektif ( Model Tujuan ) Berasal Dari Amerika Serikat,Perbedaan Model Objektif
Ada Dalam Dua Hal :
1) Dalam Model
Objektif Evaluasi Merupakan Bagian Yang Sangat Penting Dari Proses Pengembangan
Kurikulum
2) Kurikulum
Tidak Dibandingkan Dengan Kurikulum Lain Tetapi Diukur Dengan Seperangkat
Objektif ( Tujan Khusus )
.Ada Beberapa
Persyaratan Yang Harus Dipenuhi Oleh Tim Pengembang Model Objektif :
1. Ada
Kesepakatan Tentang Tujuan-Tujuan Kurikulum.
2. Merumuskan
Tujuan-Tujuan Dalam Perbuatan Siswa.
3. Menyusun
Materi Kurikulum Yang Sesuai Dengan Tujuan Tersebut.
4. Mengukur
Kesesuaian Antara Perilaku Siswa Dengan Hasil Yang Diinginkan.
Dasar-Dasar
Teori Tylor Dan Bloom Menjadi Prinsip Sentral Dalam Berbagai Rancangan
Kurikulum Dan Mencapai Puncaknya Dalam Sistem Belajar Berprogram Dan Sistem
Intruksional. Sistem Pengajaran Yang Terkenal Adalah IPI (Individually
Prescribed Instruction). Suatu Program Yang Dikembangkan Oleh Learning Research
And Develovment Centre Unuversitas Pittsburg. Dalam IPI Anak Mengikuti
Kurikulum Yang Memiliki 7 Unsur :
1.
Tujuan-Tujuan Pengajaran Yang Disusun Dalam Daerah- Daerah Tingkat-Tingkat Dan
Unit-Unit.
2. Suatu Prosedur
Program Testing.
3. Pedoman
Prosedur Penulisan.
4. Materi Dan
Alat Pengajaran.
5. Kegiatan
Guru Dalam Kelas.
6. Kegiatan
Murid Dalam Kelas.
7. Prosedur
Pengelolaan Kelas.
3. Model
Campuran Multivariasi.
Evaluasi Model
Perbandingan (Comparative Approach) Dan Model Tylor Dan Bloom Melahirkan
Evaluasi Model Campuran Multivariasi, Yaitu Strategi Evaluasi Yang Menyatukan
Unsure-Unsur Dari Kedua Pendekatan Tersebut. Metode-Metode Tersebut Masuk Ke
Bidang Kurikulum Setelah Computer Dan Program Paket Berkembang Yaitu Tahun
1960. Program Paket Berisi Program Statistik Yang Sederhana Yang Tidak
Membutuhkan Pengetahuan Computer Untuk Menggunakannya. Dengan Berkembangnya
Penggunaan Computer Memungkinkan Studi Lapangan Tidak Di Hambat Oleh Kesalahan
Dan Kelambatan. Semua Masalah Pegolahan Statistik Dapat Dikerjakan Dengan
Computer.
Langkah-
Langkah Model Multivariasi Tersebut Adalah :
1. Mencari
Sekolah Yang Berminat Untuk Dievaluasi/Diteliti.
2. Pelaksanaan
Program.
3. Sementara
Tim Menyusun Tujuan Yang Meliputi Semua Tujuan Dari Pengajaran Umpamanya Dengan
Metode Global Dan Metode Unsure Dapat Disiapkan Tes Tambahan.
4. Bila Semua
Informasi Yang Diharapkan Telah Terkumpul, Maka Mulailah Pekerjaan Computer.
5. Tipe Analisis
Dapat Juga Digunakan Untuk Mengukur Pengaruh Bersama Dan Beberapa Variable Yang
Berbeda.
Beberapa Kesulitan
Dihadapi Dalam Model Campuran Multivariasi Ini
1. Diharapkan
Memberi Tes Statistik Yang Signifikan (Model Kurikulum Ini Lebih Sesuai Bagi
Evaluasi Skala Besar.
2. Terlalu
Banyak Variabel Yang Perlu Dihitung Pada Suatu Saat Kemampuan Computer Hanya
Sampai 40 Variabel
3. Meskipun
Model Multivariasi Telah Mengurangi Masalah Control Berkenaan Dengan Eksperimen
Lapangan Tetapi Tetap Menghadapi Masalah-Masalah Perbandingan.
G. Evaluasi
Kurikulum Pada Tingkat Makro Dan Mikro
1. Evaluasi
Pada Tingkat Mikro
a. Tujuan
Evaluasi
Adanya
Sekurang-Kurangnya Dua Tujuan Pokok Yang Ingin Dicapai Melalui Kegiatan
Evaluasi Kurikulum.Pada Tingkay Mikro Ini
Ø Mengukur Efek Pengajaran Tujuan Utama Evaluasi
Program Pada Tingkat Mikro Adalah Untuk Memperoleh Gambaran Tentang Efek Atau
Pengaruh Dari Pengajaran Yang Telah Diberikan Terhadap Penguasaan,Kemampuan
Yang Ingin Dicapai Dalam Suatu Mata Ajaran
Ø Efek Atau Pengaruh Tersebut Dapat Diketahui
Bila Dilakukan Perbadingan Antara Hasil Yang Dicapai Peserta Didik Sebelum Dan
Sesudah Pengajaran Diberikan.
Ø Memperbaiki Pengajaran,Disamping Untuk
Keperluan Pengukuran Efek Atau Pengaruh Pengajaran Evaluasi Program Tingkat Mikro
Bertujuan Pula Untuk Memperoleh Gambaran Ataupun Inpormasi Tentang
Bagian-Bagian Pelajaran Yang Masih Belum Dipahami Oleh Para Peserta Didik.
b. Jenis-Jenis
Evaluasi
Ø Evaluasi Awal Di Lakukan Sebelum Pengajaran
Diberikan,Fungsinya Ialah Untuk Mengetahui Kemampua Awal Peserta Didik Tentang
Pelajaran Yang Akan Diberikan.
Ø Evaluasi Antara ; Dilakukan Pada Setiap Unit
Bahan Yang Diberikan Dalam Suatu Mata Pelajaran,Dapat Berbentuk Tes Dan
Bentuk-Bentuk Evaluasi Yang Lain Tentang Unit Yang Bersangkutan.
Ø Evaluasi Akhir Dilaukan Setelah Pengajaran
Diberikan.Fungsinya Ialah Untuk Memperoleh Gambaran Tentang Kemampuan Yang
Dicapai Pesrta Didik Pada Akhir Program.
2. Evaluasi Kurikulum
Pada Tinkat Yang Lebih Makro
Berikut Ini
Berturut-Turut Akan Dijelaskan Tentag Tujuan,Jenis,Dan Skema Kegiatan Evaluasi
Kurikulum Yang Tingkat Lebih Makro.
Tujuan
Evaluasi
Evaluasi
Kurikulum Pada Tingkat Yang Lebih Makro Dilakukan Untuk Menghasilkan
Masukan-Masukan Yang Diperlukan Bagi Penyusunan Dan Perbaikan :
Ø Tujuan Dan Program Kurikulum
Ø Bahan Dan Pertalatan / Pasilitas Pendidikan
Jenis Evaluasi
Untuk Mencapai
Tujuan Evaluasi Ada 4 Jenis Evaluasi Yang Perlu Dilakukan :
Ø Evaluasi Kontek : Evaluasi Ini Diadakan Untuk
Menghasilkan Informasi Yang Diperlukan Dalam Perecanaan Program,Khususnya Dalam
Penetuan Tujuan Dan Program Kuriklum Diklat
Ø Evaluasi Masukan : Evaluasi Ini Diadakan Untuk
Menghasilkan Informasi Yang Diperlukan Dalam Penyiapan Dan Perbaikan Peralatan
Pendidikan Yang Meliputi Bahan Ajar,Sarana / Alat Penunjang Media Pengajaran
Stap Pengajar,Dan Sebagainya.
Ø Evaluasi Proses / Hasil Jangka Pendek :
Informasi Untuk Keperluan Perbaikan Program Dan Pelaksanaan Pendidikan Mencakup
Baik Informasi Tentang Proses Maupun Hasil Jangka Pendek Yang Dicapai Peserta
Didik Selama Dan Pada Akhir Tiap Unit Program.
Ø Evaluasi Dampak / Hasil Jangka Panjang :
Evaluasi Ini Diadakan Untuk Menghasilkan Informasi Yang Diperlukan Bagi
Peninjauan Kembali Keseluruhan Program Pendidikan Dan Penentu Kegiatan Tindak
Lanjut Yang Diperlukan Termasuk Perbaiakan Kurikulum Pada Siklus / Putaran
Hidup.
DAFTAR PUSTAKA
_______________
Pengembangan Kurikulum
______ Tim
Pengembangan MKDK Kurikulum Dan Pembelajaran.
________
Bandung Jurusan Kurikulum Dan Teknologi Pendidikan FIP UPI
Ditulis dalam Makalah Evaluasi Pembelajaran,
Makalah Kurikulum Dan Pembelajaran. 14 Komentar »
Suka
No comments:
Post a Comment